Mencari Religi dalam Lagu
Akhir-akhir ini dengan iman yang gak seberapa dan naik turun terus, rasanya gue ingin coba cara lain untuk mendekatkan diri dengan tuhan. Mulai dari baca buku, buka artikel online, sampai dengerin lagu (walau katanya musik itu haram). Gak ketemu media yang pas, eh malah gue jadi masuk ke loop hole dan jatuh cinta sama lagu-lagu bertema religi tapi modern.
Sebenarnya kalau disebut lagu religi kayaknya kurang tepat sih, karena kalau menurut KBBI,
Religi/re·li·gi/ /rĂ©ligi/ n kepercayaan kepada Tuhan; kepercayaan akan adanya kekuatan adikodrati di atas manusia; kepercayaan (animisme, dinamisme); agama: kesalehan dapat diperoleh melalui pendidikan --; masyarakat terasing itu juga mengenal -- tertentu, misalnya dengan menyembah petir.
Mungkin lagu religi yang sekarang gue maksud adalah lagu-lagu yang temanya dekat dengan spiritual diri kita sendiri, gitu kali ya? hehe. Pokoknya ini ada beberapa lagu yang favorit gue banget:
- Matter Mos, Teddy Adhitya - Sujud
Kalau dari yang gue baca, lagu ini isinya percakapan antara seorang umat dan Tuhannya. Refleksi spiritual tentang kepasrahan dan proses berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Tapi ada satu intepretasi lain yang menurut gue romantis banget.
Diinterpretasikan sebagai orang yang lagi ngomongin orang yang dia sayang ke tuhannya. Dalam Islam menikah adalah ibadah, dan kalau kita ubah POV di lirik "Menjadi milikmu ibadahku", its a poetic way to say lets get married. On the darkest day, lagu ini juga jadi mantra ke diri gue untuk selalu tenang dan berdoa:
"Yang kau harap terjadi kejadian, begitu juga dengan semua yang kau mau. Semoga dilimpahkan kepadamu"
Di luar dari liriknya, musiknya juga catchy banget menurut gue. Drop beat menuju reff, buat gak terasa kayak "lagu religi" konvensional, walaupun tetap ada hint alat musik ke timuran.
- SIVIA - Fasih merasa
Dari lirik awalnya aja kayak udah ditampar:
Sering lalai ucap syukur
Lomba mengagumi raga lain
Fasih menghakimi
Berlomba tuk menyakiti
Pijakan kakimu di bumi
Janganlah kau terlalu tinggi
Fasih mengomentari
Coba akui dan pahami
Cobalah kamu mengerti
Ini bukan tentang diri sendiri
Walau depannya ditampar, tapi menuju reff sampai akhir rasanya kayak diingetin sama sahabat yang vibesnya positif abis. Langsung sadar kalau sering kali kita masih salah sasaran, kagum yang kita rasakan justru malah untuk raga lain, bukan ke yang menciptakannya.
Album dia yang "Kenali, Pahami, Empati" seluruh isinya juga amat sangat reflektif dan menyenangkan. Selain itu, vokal SIVIA juga menurut gue one of the best solo artist di Indo (I LOVE YOU SIVIA). The whole discography dia bener-bener RnB lokal favorit gue selalu.
- Hindia, Petra Sihombing, Rubina - Tidak Ada Salju di Sini Pt.4
Awal dengar lagu ini pas gue SMA, album Menari dalam Bayangan baru keluar. Gue sering denger karena versi live vokal Rubina tuh beneraan ENAAAAKKK BANGEET. Vibes lagu pakai choir berasa genre gospel tipis tipis.
Tapi makin kesini jadi sadar sebenarnya lagu ini cukup dalam. Tidak ada Salju di Sini adalah EP dari berbagai artis yang dibuat untuk menyambut Hari Natal. Awal release ada part 1-4, tapi sekarang udah ada sampai part 7.
Sampai sekarang favorit gue tetap part 4. Di awal lagu kita dikasih dengar cerita pasangan yang beda agama yang udah letih, lalu di reff muncul lah lirik:
Selamat datang di dunia
Adik kecil, Raja Semua
Kelak Kau 'kan menjadi Raja
Mengutus seluruh umat-umatNya
Yang bersedih di hari Minggu
Yang bersedih di hari lahirMu
Bagi umatnya, Hari Natal harusnya jadi kabar suka cita sebagai kelahiran Yesus. Interpretasi gue di lagu ini kayak lagi ditodong pertanyaan: mencintai Tuhan atau makhluk-Nya?
- Perunggu - 33x
Jikalau kau keluhkan
Dengung sumbang yang mengganggu
Buka lagi visimu
Kau tahu mana urutan satu
Kalau semuanya udah fucked up (kayak akhir-akhir ini hehe), Perunggu nge-remind kita untuk ingat siapa yang urutan satu. Sesuai dengan kata andalan anak-anak BEB, "Ini semua tuh duniawi" Ini semua gak ada apa-apanya gengs, jangan sampai semua dar der dor ini makanin kehidupan kita dan jadi buat lupa tujuan kita hidup sebenarnya.
Perunggu berhasil ngasih pengingat dengan cara yang subtle, tanpa sekalipun menyebut tuhan tapi kita semua bisa paham. Pada akhirnya kita cuma part kecil banget dari universe ini yang sementara.
- Sal Priadi - Ada Titik Titik di Ujung Doa
Di salah satu live performance-nya, Sal bilang lagu ini ditujukkan untuk orang-orang yang bikin salah sama kita tapi gak mau minta maaf, lagu ini jadi upaya-upaya untuk menenangkan hati kita sendiri.
Kadang kita merasa deserve an apology, tapi gak semuanya bisa kita dapet. Instead of makan hati sendiri, Sal malah mendoakan orangnya aja. Konsep ini kadang masih berat untuk diri gue sendiri, ngapain kita harus mendoakan orang yang udah nyakitin kita?
Mungkin gue belum se"saint" itu untuk bisa melakukan hal tsb. Tapi semakin dewasa gue semakin sadar memang ketenangan hati tuh penting banget, dan mungkin salah satunya dengan cara mengeleminasi semua "kerikil" yang ngeganjel, mungkin salah satunya dengan mengikhlaskan dan mendoakan? (gue juga gak tau).
Selain lirik dan maknanya memang bagus, gue selalu suka cara Sal membawakan karyanya dengan sangat teatrikal. Semua show dan visualnya menunjukkan how brilliant he is as an artist.
Sekian lagu religi yang gak religi-religi amat favorit gue. Kali aja kalian penasaran dan mau denger bisa dari playlist ini ya!

Komentar
Posting Komentar