memisahkan aku, dari aku


Mungkin salah satu bagian paling menyakitkan dari cerita ini adalah melihatmu berserakan. Berserakan di memoriku tentang pagelaran wayang golek yang semangat kau translasikan, hadir di lagu Perunggu yang ku paksa kau dengarkan, atau melekat hangat di kecamatan dingin tempat kita pertama berpelukan. 

Sayangnya satu-persatu membentuk aku. Wayang itu pertunjukan pertamaku, bait lagu itu masih jadi favoritku, dan tempat itu sumber seribu kenangan hidupku. Menghilangkan kamu dari semua itu, rasanya seperti memisahkan
aku,
dari aku.

Mengaku kalau semua sudah lewat, tapi nyatanya semua yang lewatlah yang sudah meng"aku". Membentuk aku yang sekarang, yang tak jarang masih kepikiran. Ingin sekali dikeluarkan, dihapus bak pemutihan. Tapi sayangnya, hidup harus berjalan.

Pelan-pelan

lama-lama dimakan pikiran

Komentar